Short Escape – Seharian di Khao Yai – Thailand rasa Eropa

Menjelang lahiran , iseng beres – beres file foto dan video di kamera dan laptop. Ternyata ada banyakkkkk banget yang belum sempet aku share di Blog. Sedih. Padahal niatnya blog ini buat meng-capture every moment yang aku punya (cie). Dari sekian banyak foto – foto itu salah satu yang menggelitik adalah saat liburan di Thailand bareng temen – temen Februari lalu. Jadi tanggal 8 – 13 Februari lalu, aku bareng 8 teman dan  suami liburan bareng ke Thailand. Selama 5 hari kita keliling Bangkok aja sih, sebagian besar tempatnya sama dengan yang pernah aku kunjungi di tahun 2016 silam. Jadi aku nggak akan mereview lagi tempat – tempat yang pernah kami kunjungi di tahun 2016.

Nah! yang pengen aku share kali ini adalah perjalanan kita ke Khao Yai, salah satu region di Thailand yang sebelumnya belum pernah aku kunjungi. Khao Yai ini letaknya jauh dari Bangkok, butuh waktu sekitar dua setengah jam untuk sampai disana. Apa aja sih yang ada di Khao Yai? Buanyakkkkk!!! kamu bisa kunjungi blog ini untuk tau lebih jelasnya tentang tempat – tempat yang bisa kamu kunjungi di Khao Yai Click Here

Dari Bangkok, karena kita rombongan ber-8 ( Wawa dan Indra nggak ikutan) kita memutuskan untuk sewa van 10 seater dari Bangkok selama 12 jam . Berangkat jam 9 pagi teng dengan harga THB 4500 udah include bensin dan driver. Si mas drivernya oke, cara nyetirnya oke, ontime, bersih, good service lah pokoknya ( aku lupa deh namanya siapa, soalnya yang seharian ngobrol dan berkomunikasi sama dia Wahyu, haha. Sebut saja Mr Lao) . Selain ke Khao Yai dia juga bisa anter kamu ke daerah lain di Thailand lo, misalnya ke Pattaya. Kalau mau tau kontaknya nanti bisa komen di bawah or email aku yah! Total tempat yang kita kunjungi ada 4 tempat plus satu pit stop alias restoran buat kita makan siang, dengan total perjalanan PP Bangkok – Khao Yai- Bangkok pas 12 jam. Jadi kita nggak perlu nambah overtime lagi. Genius! Vannyabagus dan bersih, juga antar jemput di hotel kok, jadi tinggal naik turun aja udah beres.

Kemana aja kah kita? Check this out!

PB Valley Khao Yai Winery

Pas baru masuk suasana Thailandnya udah lenyap begitu saja, berganti menjadi suasana ladang anggur di Eropah sana. Yaaaa aku belum pernah ke Eropa sih, tapi kalau liat di tipi tipi keliatannya sama hehe. Tiket masuk sebenernya nggak ada, tapi kalau mau ikut tour kita dikenakan biaya THB 200 untuk ikut satu jam tur keliling perkebunan plus ke tempat penyulingan wine dan wine tester. Aku recomen banget untuk ikutan tournya. Selain ontime (kurang lebih satu jam) , kamu kalau kesana cuma buat foto – foto doang mah rugi! Kalau ikut tur kita diajak keliling dan berhenti di kebun anggurnya, melihat langsung anggur yang lagi ranum – ranumnya dan siap untuk dipanen, liat pabrik (yaelah pabrik) penyulingan dari buah ke minuman, sampai nyobain sendiri winenya. Buat yang nggak minum alkohol ( kayak aku yang waktu itu lagi hamil) mereka juga menyediakan ekstrak Manggo kok! Dan rasanya suegerrrrrrrr banget, suer!

SAMSUNG CAMERA PICTURES

WhatsApp Image 2018-02-14 at 10.27.42 PMWhatsApp Image 2018-02-14 at 10.23.45 PM

WhatsApp Image 2018-02-14 at 22.27.38

 

PB Valley Khao Yai Winery

02/2 Moo 5, Mitraparp Road Payayen Pak Chong District, Nakhon Ratchasima, 30320 (+66 81 733 8783)
Opening hours: 8.30am to 4.30pm daily
Entrance Fees: Free Tours from 200 Baht

The Bloom

Tempat kedua ini yang suka pasti cewek – cewek atau pasangan – pasangan yang lagi hot-hotnya. Namanya The Bloom.The bloom merupakan taman bunga yang cukup luas dengan ornamen – ornamen atau hiasan ala ala negeri dongeng. Sebenernya jauh dari ekspektasi aku sih. Menurut aku sih biasa aja, bunganya emang banyak, tapi mungkin lagi belum musim mekar atau karena waktu itu lagi panas banget jadi aku nggak terlalu menikmatinya. Cumaaaa berhubung jaraknya deket banget sama PB Valley, jadi yahhhh mampir kesini nggak ada ruginya. Tiket masuknya seharga THB 100, okelah untuk harga segitu. Kita sampai disana pas jam makan siang jadi emang matahari lagi diatas kepala banget. Sebenernya kalau mau bisa makan langsung disana, karena mereka juga punya restoran. Tapi karena harganya cukup mahal dan makanannya juga mix antara makanan Thailand dan Eropa jadi kita memutuskan untuk cari restoran lain yang harganya lebih terjangkau dan menyajikan makanan Khas Thailand.

WhatsApp Image 2018-02-14 at 22.31.46 (1)

WhatsApp Image 2018-02-14 at 22.30.09

WhatsApp Image 2018-02-14 at 10.30.00 PM

WhatsApp Image 2018-02-10 at 7.38.37 AM

The Bloom

357 Pak Chong, Nakhon Ratchasima, Phayayen, 30320 (02 733 9000 457)
Opening hours: Monday to Sunday 7am to 8pm
Entrance Fees: 100 Baht

Primo Piazza

Sebelum ke Primo Piazza kita sempet mampir makan dulu di salah satu restoran Thailand buat makan siang. Yang pilih restorannya sih si Mr Lao, dan menurut aku oke punya. Sayang aku bener – bener nggak tau nama restorannya apa hahaha. Bisa dibilang lupa, tapi seinget aku emang itu restoran namanya dalam skrip Thai dan nggak ada nama latinnya. Yang aku inget cuma di depan restoran itu ada patung Ayam Jago dan beberapa hiasan bendera dari berbagai negara di dunia. Wahyu kayaknya sempet nanya ke Mr Lao nama restorannya, tapi berhubung susah banget namanya (dalam bahasa Thai) jadi semenit lalu udah lupa lagi hahaha. Konsep restorannya sih kalau di Indonesia mirip pujasera gitu. Kalau di Bali kayak restoran renon kali ya, cuma lebih sederhana. Menunya pure masakan Thailand. Jangan tanya apa yah, soalnya nggak inget banget namanya, mesennya pun tinggal tunjuk gambarnya, abis tulisannya nggak kebaca hihi!

Primo Piazza is beautiful! Ini miniatur bangunan eropa gitu and so instagramable. Salah satu poin plus disini adalah SEPI! Jadi kamu mau foto sana sini berapa lama dengan gaya apapun bebas tanpa ada hambatan layaknya di kuil – kuil di Bangkok (mesti rebutan dulu ama tourist lain buat fotoan) Kalau kesini harus pakai outfit sekece mungkin ya, karena emang bagus banget untuk fotoan.

Disini selain bangunan ala eropa juga jual gellato. Aku nggak nyobain sih, sayang duit ah disimpen aja buat nanti di destinasi berikutnya hehe. Poin plusnya, tiket yang kita beli itu include tiket buat kasi makan Alpaka yang mereka pelihara disana. Hmm, salah satu pengalaman baru lagi walaupun cuma sebatas kasi makan kambing. Hihi.

WhatsApp Image 2018-07-12 at 13.04.49

SAMSUNG CAMERA PICTURES

WhatsApp Image 2018-07-12 at 13.04.49 (1)

WhatsApp Image 2018-07-12 at 13.12.43 (4)

WhatsApp Image 2018-07-12 at 13.12.43

WhatsApp Image 2018-07-12 at 13.12.42 (1)

WhatsApp Image 2018-07-12 at 13.04.49 (2)

Primo Piazza

861 Moo 6, Thanarat Road, Tambol Nong Nam Daeng, Pak Chong District, Nakhon Ratchasima 30130 ( 044-099-900-5 )
Opening hours: Friday to Saturday, 9am to 12pm; Sunday to Thursday, 9am to 10pm
Entrance Fees: 100 Baht

Palio Village

Palio VIllage juga nggak kalah cute sama Primo Piazza. Konsepnya juga sama mengambil tema bangunan Eropa. Bedanya disini ada beberapa toko yang jual baju, pernak – pernik dan jual makanan. Ada beberapa cafe yang juga super cute, pokoknya memanjakan mata dan kamera deh! Sayang Palio Village hanya buka sampai jam 18.00. Beruntung jarak Palio Village dan Primo Piazza cuma 5 menit, jadi walaupun agak lama dan kesorean di Primo Piazza, kami masih punya cukup waktu untuk muter – muter disini sebelum tutup. Selesai di Palio Village, cukup puas dan kenyang mata dan perut, kita langsung tancap balik ke Bangkok. Jam 6 sore dari Palio Village, sampai di hotel daerah Ekamai jam 20.30 tanpa macet.

WhatsApp Image 2018-07-12 at 13.12.35

WhatsApp Image 2018-07-12 at 13.12.38

WhatsApp Image 2018-07-12 at 13.12.43 (1)

WhatsApp Image 2018-07-12 at 13.12.44

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Palio Village

Thanarat Road, Mu Si, Nakhon Ratchasima Province, 30130 (044-365-888)
Opening hours: Sunday to Thursday, 8am to 8pm; Friday and Saturday, 8am to 10pm
Entrance Fees: N/A

 

Beberapa Tips untuk kamu yang tertarik mengunjungi Khao Yai :

  1. Keempat tempat yang aku kunjungi itu terletak di satu area dan berdekatan yaitu di daerah Pak Chong, jadi sangat mungkin untuk dikunjungi dalam waktu sehari, bahkan bisa PP Bangkok, asal disiplin waktu yah! Buat aku empat tempat itu (plus satu restoran Thailand) udah membuat aku cukup puas untuk bersenang – senang di Khao Yai.  Tapi bagi kalian yang pengen menjelajah lebih banyak tempat di Khao Yai seperti Khao Yai National Park, aku sarankan untuk menginap saja.
  2. Kalau aku bandingkan dengan Bangkok, suasana di Pak Chong jauh berbeda. Sepi dan nggak banyak street foodnya. Katanya ada pasar malam yang buka di daerah Pak Chong, tapi karena perjalanan kita nggak sampai malam, sayang sekali belum bisa berkunjung kesana. Jadi aku simpulkan, cari makanan disana nggak seenteng cari makanan di Bangkok. Kebanyakan adanya tipe  restoran atau kafe, dengan harga yang pastinya sedikit lebih mahal dibandingkan street food.
  3. Disini juga nggak banyak pilihan hostel murah layaknya di Bangkok, melainkan didominasi resort. Buat kamu yang punya budget lebih boleh tuh nyobain salah satu resort disini yang rata – rata punya tema unik dan menarik dan gak jauh – jauh dari arsitektur Eropa. Pokoknya benar – benar seperti bukan sedang berada di Thailand.
  4. Kalau kamu hanya sendiri atau berdua hingga berempat, sepertinya menyewa van untuk transportasi ke dan selama di  Khao Yai akan terlalu boros. Alternatif transportasi lain bisa dengan naik bis ke Pak Chong, kemudian bisa berkeliling kota dengan menyewa sepeda motor. Untuk referensi nya aku sarankan untuk mampir ke blognya mbak Kadek Arini disini

 

So, itu tadi sedikit pengalaman aku selama seharian di “luar”Bangkok. Aku sangat merekomendasikan tempat ini untuk masuk ke itinerary kalian kalau kalian ingin mengunjungi Thailand. Selain karena letaknya nggak terlalu jauh dari Bangkok, (come on 2.5 jam mah deket yaaa) suasananya pun berbeda sekali dengan suasana Thailand. Lumayan kan bisa foto ala Eropa dengan budget Asia.

Aku juga sempet capture video selama disana. Tapi berhubung waktu itu aku nggak bawa peralatan perang untuk vlogging (gorillapod entah dimana), lagi hamidun jadi cepet capek, plus Wahyu yang kali ini memilih lebih menikmati perjalanan dibanding rempong ngerekam gambar, jadi materi buat vlognya terbatas banget hikssss. Alhasil banyak moment yang nggak sempet tercapture dan kondisi goyang sana sini bak kapal oleng. Anyway dengan segala keterbatasan itu kalian bisa cek videonya dibawah ini.

Thank you guys udah mampir dan baca pengalaman singkat aku slama di Khao Yai. Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi kalian yah! Untuk pertanyaan feel free to put your comment below atau bisa email aku langsung. Happy to share 🙂

 

XOXO

Septy Diantari

Advertisements

Sekilas kelas laktasi di RSIA Puri Bunda Denpasar

Hi all.

Seperti yang udah aku jelasin di tulisan aku sebelumnya, untuk persalinan nanti aku udah book kamar di RSIA Puri Bunda Denpasar. Nah salah satu benefitnya dari booking kamar di sini adalah dapet kelas laktasi dari bidan Puri Bunda for free untuk prenatal. Begitu aku cuti kerja aku langsung book untuk kelas ini, dan dijadwalkan untuk kelas hari Rabu jam 8 pagi.

Sampai di Puri Bunda langsung daftar di reception kemudian diarahkan untuk ketemu Ibu Bidan Eka. Awalnya nih aku pikir kelas laktasi itu ya layaknya kelas senam hamil biasanya, dimana pesertanya bisa lebih dari 5 orang, ternyataaa… hari itu cuma aku aja yang ikutan. Jadi kata-kata kelas itu lebih tepat disebut dialog face to face dan curhat laktasi bersama Bu Bidan Eka hehe. Sayang waktu itu karena aku pikir kayak senam hamil, Wahyu aku suruh pulang. Kalau tau bakalan sendiri dan face-to-face sama bu bidan Wahyu juga pasti aku suruh ikutan dengerin hihi, karena memang sangat bermanfaat banget terutama buat calon ibu baru kayak aku.

‘Dialog’ antara aku dan bu bidan berlangsung kira kira hampir satu setengah jam. Lama, tapi terasa sebentar, soalnya kayak ngobrol aja gitu.  Sebenarnya dialog kami panjang sekali dan nggak cuma seputar ASI, tapi aku coba rangkum sesimpel mungkin dibawah ini ya:

Bidan Eka : BE
Aku : S

PART 1 . PERSIAPAN SEBELUM MELAHIRKAN

BE : Sudah berapa usia kandungannya?

S : Sudah jalan 39 week bu.

BE : Wah sebentar lagi ya, kalau sebelum melahirkan , persiapan menyusuinya nanti sudah bisa dilakukan sejak usia diatas 36 minggu. Bisa  pijat payudaranya dengan menggunakan minyak. Cara pijat-nya begini (sambil meragain cara pijat payudara dengan alat peraga) jadi masing – masing 15 kali ke arah atas, bawah, kiri dan kanan, setelah itu putingnya juga di pijat supaya lentur. Nah setelah di pijat bisa dibilas, langsung mandi saja biar praktis. Lakukan setiap hari ya. Kenapa pijat baru bisa dilakukan diatas 36 atau 37 minggu? itu karena pijat payudara bisa memicu kontraksi, makanya sebelum 36/37 minggu itu sebaiknya dihindari.

S : pijetnya bisa pakai minyak zaitun?

BE : Boleh, malah lebih bagus.

S : Banyak yang bilang kalau air susu belum keluar bahkan sampai melahirkan nanti, itu lumrah ya bu?

BE : biasa itu, nanti debaynya yang akan merangsang air susunya untuk keluar. Kadang sudah ada yang keluar sebelum lahir juga wajar. Rajin dibersihkan saja ya.

PART 2 . SAAT MELAHIRKAN

BE : Ini rencananya normal ya? Nanti saat melahirkan (asumsi melahirkan normal) Ibu akan langsung IMD. Walaupun air susu belum keluar, jangan khawatir, pokoknya disusui aja dulu debaynya. Ibu nanti akan diobservasi dulu di ruang bersalin selama dua jam, jadi selama dua jam belum boleh ke kamar dulu. Setelah semua normal baru boleh ke kamar inap. Nanti yang boleh nunggu di kamar bersalin hanya satu orang. Yang menunggu pun harus standby di ruang bersalin setelah ibu melahirkan selama dua jam.

S : tapi kenapa ya pihak puri bunda nya kok suruh siapkan dot, apa nanti akan dikasi susu formula?

BE : untuk awal pasti kita akan usahakan menyusui asi. Tenang saja bu, pasti keluar kok ASInya hehe. Maaf boleh liat puting susunya bu?

S : (Tanpa malu dan ragu mengeluarkan puting susu untuk di cek hahaha)

BE : Oh iya bagus itu putingnya, gampang menyusuinya.

PART 3 Pasca melahirkan

BE : Pemberian air susu itu based on demand ya, jadi setiap kali menangis langsung disusui, jangan banyak mikir, kadang ada yang mikir aduh susunya banyak nggak ya? cukup nggak ya? nggak usah dipikir pokoknya rileks aja serileks mungkin, supaya produksi air susu juga bagus. Tiap nangis langsung disusui. Karena satu – satunya cara bayi berkomunikasi dengan kita hanya dengan cara menangis.

S : Ada yang bilang tiap satu jam sekali harus disusui walaupun bayi nggak nangis. Jadi kalau dalam posisi tidur harus dibangunin kemudian disusui, itu benar begitu?

BE : kalau satu jam terlalu cepat, nggak perlu. Kalau sampai dua jam atau paling tidak satu setengah jam tidak nangis baru kita susui. Kalau debaynya posisi sedang tidur, dibangunkan saja, kemudian disusui. Nah kalau pakai botol beda lagi. Kalau di botol kan sudah ada takarannya, jadi kita bisa tau berapa mili liter yang sudah dikonsumsi oleh debay. Sekali minum kita bisa kasi 60 ml, artinya asi yang kita berikan sudah cukup untuk debay. Kalau ternyata dalam waktu satu jam setelah diberikan susu misalnya debay nangis, kalau sebelumnya sudah kita kasi dengan botol sebanyak 60 ml maka nggak usah disusui lagi, tinggal digoyang – goyang aja debaynya, karena memang kebutuhan susunya sudah tercukupi. Berbeda dengan menyusui langsung dari payudara. Kalau menyusui langsung kan kita nggak tau berapa ml susu yang dikonsumsi oleh debay, makanya disarankan kalau menyusui langsung dari payudara, setiap menangis langsung saja disusui kembali , karena bisa saja sebelumnya air susu yang keluar sedikit jadi susu untuk debay masih kurang.

S : Ada banyak kasus bayinya sering kuning bu bidan, itu karena memang kurang susunya ya?

BE : Penyebab bayi kuning ada dua, bisa karena kurang cairan bisa juga karena kurang dijemur. Nah tiap pagi debaynya dijemur minimal 15 menit sampai maksimal 30 menit, jangan terlalu lama ya, antara jam 7 pagi sampai jam 10 pagi. Tiga puluh menit itu kalau memang cahaya matahari saat itu benar – benar minim.

S : Sekarang lagi happening banget kaca mata berjemur untuk bayi, hehe, itu perlu nggak ya bu sebenarnya untuk melindungi mata?

BE : Hahaha nggak perlu.

S : Yah saya udah terlanjur beli hihihi. Mumpung murah cuma empat belas ribu.

BE : Nah untuk perawatan payudaranya nggak usah terlalu repot dan ribet. Kadang ada ibu yang sebelum menyusui ambil kapas basah dulu trus dilap putingnya baru menyusui debaynya. Nggak usah. Cukup sebelum menyusui asinya dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan di sekitar puting dan areola. Setelah menyusui juga sama. Itu tujuannya supaya puting ibu nggak lecet. Jadi nggak perlu repot atau ribet sebelum menyusui harus basahin kapas dulu.

S : (Manggut – manggut, sambil ngebayangin)

BE : Sebelum mandi harus disusui dulu loh ya, pokokya debaynya sebelum mandi harus kenyang dulu

S : Oh ya? alasannya?

BE : ya nanti pas mandi supaya tidak menangis. Nanti kalau saat mandi debaynya nangis, apalagi bagi ibu – ibu baru ni , takutnya jadi grogi. Jadi diusahakan sebelum mandi disusui dulu menghindari bayi rewel saat mandi. (Sambil ngejelasin ini Bidan Eka juga menyelipkan tata cara memandikan debay, tapi nggak aku bahas disini ya, kan temanya laktasi, hihi)

S : (Manggut – manggut lagi)

BE : sudah sedia breast pump?

S : Sudah bu bidan.

BE : Kalau pada saat menyusui, semakin disedot produksi Asi juga akan semakin dipancing untuk bisa keluar. Jadi terkadang ketika kita menyusui di payudara kanan, maka air susu di payudara kiri juga akan ikut keluar. Kadang banyak ibu – ibu yang panik, risih, sehingga konsentrasi menyusui buyar, akhirnya saat menyusui jadi nggak rileks, padahal rileks itu penting sekali dilakukan saat menyusui. Kemarin itu ada produk bagus dari *m (sebut merek), saya sempat homecare di dua orang ibu dan mereka pakai produk itu. Saya pikir bagus sekali dan berguna. Jadi selagi ibu menyusui di payudara kanan misalnya, produk breast pump *m itu bisa ditempel di payudara kiri tanpa dipegang, jadi praktis , ibu juga ga repot, dan air susu juga tidak terbuang.

S : Yah telat saya ikut kelasnya nih bu bidan, saya udah ada breast pump merek “P”

BE : hahaha iya ndak papa, sama aja kok . Kalau ASInya sempat ditampung, nanti kan disimpan ya. Jaman sekarang ada yang pakai botol, ada yang pake plastik itu.

S : Iya bu bidan, itu bedanya apa ya? mending pakai plastik apa botol?

BE: Sama aja kok, cuma kan yang botol bisa di cuci, itu aja sih bedanya, yang mana aja boleh. Waktu kadaluarsa ASI kalau ditampung tanpa menggunakan freezer itu bertahan hanya 3-6 jam ya. Kalau di freezer bisa 3-6 bulan, kalau di kulkas bawah hanya 3- 4hari, jangan dicampur makanan lain.

S: Ada teman saya yang anaknya sempat kolik karena terpaksa diberikan susu formula, dan kebetulan susu formulanya tidak cocok. Apa benar bisa begitu bu bidan?

BE : Ya benar itu sering terjadi karena ya namanya susu formula ya, beda dengan ASI, kandungan nya kan tiap susu beda – beda , jadi bayi juga ada yang cocok ada yang tidak cocok. Tapi walaupun begitu, ASI juga bis amenyebabkan bayi kolik lo. Makanya penting sekali untuk memberikan ASI dengan cara yang benar

PART 4 CARA MENYUSUI YANG BENAR 

Posisi Bayi :

BE : Posisi bayi saat menyusui harus begini ya (sambil memperagakan dengan boneka) . Jadi badan dan wajah bayi harus menghadap payudara ibu, perutnya menempel dengan badan ibu, wajah menghadap payudara. Sehingga dengan begini antara ibu dan bayi juga bisa bonding. Dagu harus menempel pada payudara ibu. Nah yang salah itu seperti ini (Kembali memperagakan dengan alat peraga), jadi bayinya tidak menghadap payudara, kulit dan kulit tidak bersentuhan, kepala bayinya posisinya “menoleh”  ke arah payudara ibu, dan ini misalnya, dagu tidak menyentuh payudara ibu, jadi ada ruang atau celah di ujung bibir bayi. Itu salah. Jangan lupa, menyusuinya dilakukan bergantian ya, kiri dan kanan.

(Untuk memudahkan kalian untuk membayangkan penjelasan Bidan Eka aku sempet googling posisi bayi yang dimaksudkan beliau. Kurang lebih seperti di gambar dibawah ini)

posisi-menyusui-cradle.jpg

Sumber : drmaharanibayu – WordPress.com

menyusui

Source : Unknown

images (3)

Source : http://m.medicastore.com

POSISI MULUT BAYI

BE : Perhatikan juga mulut bayi. Mulut bayi harus terbuka lebar seperti ini (memperlihatkan gambar pada booklet) jadi seluruh puting ibu masuk kedalam mulut bayi, dan mulut bayi tidak terlipat, selain itu tidak ada rongga kosong di ujung mulut bayi. Ingat dagu harus menempel ya. Nah kalau yang salah seperti ini (menunjuk dua gambar lainnya), yang satu bayi hanya memasukan puting ibu sedikit saja ke mulutnya, dan satu lagi mulut bayi terlipat kedalam. Selain itu dujung bibir ada rongga udara. Nah inilah yang bisa menjadi penyebab kolik pada bayi.

(Kurang lebih begini posisi yang benar dan salah)

latch on

Source :https://www.bundabiya.com/2018/02/sukses-menyusui-bisa-banget-bund.html

S : Tapi kalau ngedekep kayak gitu takut nggak bisa napas debaynya.

BE : Jangan kebanyakan takut ah! Hehe. Debaynya nanti pasti bereaksi kok kalau tidak nyaman posisinya.

S : Aahh I seeee I seee

Posisi Menyendawakan Bayi

BE : Setelah menyusui, bayinya langsung diposisikan seperti ini nih, untuk memancing dia agar sendawa (kembali memperagakan dengan boneka) . Bisa sepeti ini, bisa seperti ini, nggak usah lama – lama. Kalau nggak keluar sendawanya juga nggak apa – apa kok.

(Kira – kira begini peragaannya)

9d8729051c (1)

Source : https://duniabidan.com/bayi-anak/cara-menyendawakan-bayi-setelah-menyusu-yang-benar.html

S : Took a deep breath. ngebatin : gila banyak juga ya yang harus dipelajari dan dimengerti

BE : Gimana , sejauh ini ada pertanyaan nggak?

S : (cuma senyum kecut , saking bingungnya mau nanya apa)

BE : Hehe kalau belum ada nggak apa – apa kok, biasanya saat kita menjalankan baru muncul pertanyaan. Nanti saya kasi nomor WA saya deh, kalau ada pertanyaan atau kendala seputar menyusui bayi boleh kok tanya – tanya sama saya. Semoga kelas ini berguna untuk ibu. Ingat – ingat tips dari saya ya.

Part V Tips Tambahan dari Bidan Eka

Sebenarnya tips – tips ini terselip di sela – sela dialog diatas, tapi aku sengaja ngerangkum biar lebih clear dan enak bacanya.

  1. HINDARI STRESS. Karena stress sangat mempengaruhi produksi ASI
  2. RILEKS. Saat memberikan asi selalu rileks, jangan mikirin hal lain, cucian belum kelarlah, rumah berantakanlah, dll. Selama menyusui hilangkan semua pikiran itu dan fokus bonding dengan anak
  3. KENALKAN BOTOL SUSU. Selain menyusui langsung dari payudara, penting bagi ibu terutama yang bekerja untuk sesekali mengggunakan botol susu, agar debay terbiasa. Sehingga ketika harus bekerja nanti peranan payudara ibu bisa diganti dengan botol susu
  4. JANGAN BERKECIL HATI JIKA ASI TIDAK KELUAR. Dapat memberikan ASI memang dambaan semua Ibu, tapi ketika kita tidak bisa memberikannya karena keadaan, maka jangan merasa kecewa, berkecil hati, apalagi sampai kembali ke poin 1- STRESS. Pada dasarnya yang terpenting adalah memberikan yang terbaik untuk anak, bukan untuk kepuasan sendiri. Memberikan sufor bukan berarti tidak mampu memberikan yang terbaik, justru sebaliknya, disitulah kebijaksanaan seorang ibu diuji (well ini bukan tips dari Bidan Eka sih, ini pikiran saya sendiri untuk menghindari poin nomor 1, hoho)

 

So, itulah sedikit dialog saya dengan Bidan Eka di RSIA Puri Bunda selama menjalani kelas laktasi. Sebenarnya obrolan kami nggak semata -mata tentang perasian saja, Bidan Eka juga menyelipkan beberapa ïlmu” menghadapi persalinan dan merawat new born baby.

Sebenarnya kalau kita cari di internet sudah buanyakkkkk sekali artikel yang bagus – bagus mengenai topik ini. Kita juga bisa belajar banyak dari sana. Tapi bagi aku pribadi sih, dapat bertemu dan berkomunikasi langsung dengan ahlinya adalah salah satu nilai plus untuk memantapkan ïlmu” aku. Selain visualisasi yang lebih “real”, aku juga jadi bisa nanya langsung dan dijawab langsung kalau ada yang bikin penasaran atau yang belum dimengerti.

Demikian sharing aku hari ini. Semoga bermanfaat terutama bagi ibu-ibu pemula kayak aku yang pengetahuannya masih cetek banget. Hehe. Lets be a smart mom dengan banyak membaca, mencari tahu, kepo, bertanya, dan tentunya berbagi. Mohon maaf kalau ada kekurangan, dan kalau ada yang salah mohon dikoreksi yah. Mungkin ada beberapa informasi dari Bunda Eka yang nggak aku mengerti dengan tepat.

Feel free to put your comment and question below 🙂 Thank you udah mampir. Sampai jumpa di tulisan ku berikutnya!

XOXO

Septy Diantari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengalaman Hamil Anak Pertama (Trimester 1 – Week 37) PART 2

Ini melanjutkan postingan aku yang sebelumnya. Akhirnya masuklah aku di fase trimester 3 yang menurut aku sangat sangat sangaat berbeda dari trimeser sebelumnya. Check this out!

TRIMESTER 3

  • Kaki bengkak, perut begah, dada sakit, susah tidur, dan sakit gigi.

Trimester 3 bisa dibilang semua keluhan muncul. Perut aku yang selama TM1 adn TM2 masih kecil mungil tiba – tiba melesat buncit secepat kilat. Katanya, banyak juga diantara para bumil yang perutyna sudah mulai buncit dengan cepat di TM2. Tapi di aku, perut aku baru mulai “bengkak-bengkaknya” di TM3 dan rasanya hampir setiap hari perut aku mengeras dan begah , dan kalau ngaca keliatan banget perbedaannya dengan trimester sebelumnya. Keluhan lain adalah kaki bengkak. Sakit sih nggak, malah nggak berasa kaki lagi hahhaha. Sempet khawatir juga karena pembengkakannya yang extreme. Tapi kata dokter selama tensinya bagus, lagi – lagi nothing to worry about.

Dada sakit dan sesak napas juga mengganggu sekali di awal trimester 3 terutama saat malam hari. Tapi nggak berlangsung lama, hanya beberapa minggu. Yang lebih menyiksa dan masih berasa sampai sekarang sih tusukan dibagian sekitar tulang rusuk. Kata orang itu adalah organ tubuh debay yang  gerak – gerak dan mulai kekurangan ruang untuk bergerak. So walaupun sakit, masih tergolong wajar – wajar saja.

Nah yang bikin penderitaan fisik di TM3 terhakiki adalah sakit gigi! Seumur – umur baru kali ini ngerasa sakit gigi. Udah 3 kali ngerasain sakit gigi di malam hari. Walaupun kejadiannya nggak bertubi – tubi dan langsung hilang dengan sendirinya di pagi hari, tapi tetep aja itu snagat menyiksa. Saking sakitnya pernah satu kali terpaksa banget minum parasetamol untuk meredakan sakitnya. Ddenger – denger cerita, akibat debaynya menyerap kalsium dari si Ibu makanya tulang dan gigi Ibu selama hamil jadi lebih sensitif dan mudah keropos. Makanya minum susu itu penting banget selama hamil untuk memenuhi gizi ibu terutama kalsium.

Susah tidur. Banyak diluar sana bumil yang susah tidur karena nggak ngantuk, ada juga yang susah tidur karena nggak nyaman dengan perut yang semakin membesar. Kalau saya sih lebih ke alasan yang ke-2. Saya sih nggak pernah ngerasain yang namanya nggak ngantuk. Selalu dan pasti ngantuk! hahahah. Tapi memang kondisi fisik yang serba membesar ini bikin terpaksa bangun di sela – sela tidur yang lagi nyenyak – nyenyaknya. Sering juga si debay lagi-lagi ‘menusuk’ area sekitar tulang rusuk saya. Ahasil sengantuk apapun saya terpaksa bangun, menegakkkan diri sebentar, baru kemudian berbaring kembali. Dan sampai sekarang usia 37 week masih terjadi.

  • Shopping keperluan bayi dan prepare hospital bag.

This is my favorite! yeayy akhirnya masuk bulan ke-7 aku udah mulai belanja belinji pernak pernik buat debay dan mempersiapkan barang bawaan untuk ke rumah sakit nanti. Well untuk hospital bag memang belum sih, karena masih agak jauh dan sepertinya nggak banyak yang akan di bawa, tapi untuk listnya udah aku buat dari sekarang. Apa aja yang aku beli? Berhubung ini anak pertama jadi banyak pastinya. Aku akan share di tulisanku berikutnya jika menurut kalian perlu yah. So please put your comment below or send me an email if you want to know my shopping list, I will be very happy to share hehehe.

  • Minum air kelapa kuning

Kalau orang Bali bilang namanya nyuh gading. Aku mulai minum di week 32, selama 2 hari sekali. Tujuannya sih kata orang biar nanti saat lahir air ketubannya debay bersih. Selain itu air kelapa juga dipercaya sebagai cairan isotonik yang bagus juga mengganti ion ion yang hilang selama bumil beraktifitas, selain air putih. Jujur, di akunya sih nggak banyak ngaruh ke fisik kayaknya, biasa – biasa aja sampai dengan hari ini.

  • Kontraksi Palsu – Braxton Hicks

Hmmmm, suka bingung kalau ditanyain ini. Karena aku benar- benar have no idea apa itu dan seperti apa itu kontraksi. Kata orang kontraksi palsu itu rasanya mirip disminore saat haid dibarengi dengan rasa mulas, dan terjadi dengan jarak yang cukup jauh. Kalau ganti posisi maka kontraksi akan hilang. Sampai di usia 37 ini sih aku belum pernah merasakan yang seperti itu ya. Paling yang aku rasain sebatas perut begah, kenceng banget gitu rasanya. Dan pernah sekali dua kali tulang belakang sakit, tapi nggak mules dan hanya sekilas aja lalu hilang . Jadi kalau dilihat dari ciri -ciri kontraksi palsu, rasanya sampai sekarang sih belum pernah mengalami yang namanya kontraksi palsu.

  • Cek Lab

Yak ini wajib dilakukan oleh ibu hamil untuk mengetahui kondisi darah dan urin kita yang tentu saja akan berpengaruh terhadap kondisi janin. Aku cek lab di usia 35, semuanya normal ( hati – hati kalau ada kandungan protein di urine). Tapi sempet baca ada bakteri 1 di urine, namun kata dokter itu wajar saja terjadi karena biasanya terkontaminasi dengan unsur unsur luar, mungkin kondisi kulit saat itu atau bisa saja kotak tempat menampung urinnya.  Oh iya saat TM2 juga sempat faksin, tapi lupa banget nama faksinnyaaaaaa, maaff yaaaa.

  • Posisi Bayi menjelang persalinan

Masuk Week 32 posisi bayi aku kata dokter udah bagus. Cek lagi week 34 juga oke dengan jumlah air ketuban normal plasenta di klapus kiri, berat 2700 gr, siap melahirkan normal! Okelah semangat dongg olah raga , jalan kaki tiap hari, keliling lapangan renon tiap minggu, squat, di kantor gak lupa naik turun tangga setiap nunggu jam pulang, googling pengalaman pengalaman melahirkan normal, beuh pokoknya udah siap 100%  lah buat normal. Checkup lagi di week 36, eh debaynya muter lagi, kepalanya diatas lagi dengan tali pusar melilit 1. Welehhhhh nakkkk kok nggak bisa diem sih hehehe. Yaudah akhirnya olahraga aku kurangi , paling sebatas jalan kaki aja dan nungging, but say no to squat! Dokter belum memutuskan apakah aku bisa lahir normal atau harus SC. Aku harus cek lagi nanti di week 39. We’ll see 🙂 Apapun itu, normal atau SC aku udah siap yap yap yap. Yang penting debaynya sehat 🙂

  • Booking Rumah Sakit

Mungkin bagi sebagian orang ini terdengar agak aneh ya. Bahkan ketika cerita dengan teman – teman yang sudah lebih berpengalaman mereka akan bertanya – tanya, untuk apa? emang perlu? Bukannya kalau lahiran normal itu tinggal datang ke RS aja dan kemudian bisa langsung dapat kamar? memang ada rencana SC?

Semua pertanyaan – pertanyaan itu benar jawabannya. Alasan saya booking rumah sakit sebenarnya adalah pertama karena aku dan wahyu tergolong pasangan yang well organize, kami terbiasa menyiapkan segala sesuatunya dengan teratur sebelum hari h.  Jadi daripada ribet pas hari H ngurus administrasi ini itu mending dari awal sudah kami siapkan. Apalagi nantinya kami berencana untuk memakai fasilitas BPJS. Sudah jadi rahasia umum bahwa pasien BPJS seing “nggak dapet kamar” yang sesuai kelasnya . So daripada antri atau nunggu kamar nantinya lebih baik kami book dari sekarang. But, fyi, book kamar di rumah sakit tempat aku akan melahirkan nanti  (RSIA Puri Bunda btw) minimal harus pesan yang kelas Kausalya atau kelas VIP, karena BPJS aku ditanggung untuk pasien kelas 1 , mau nggak mau dikenakan selisih bayar untuk bisa booking kamar. Alasan ke-2 adalah karena posisi bayi yang masih “galau”  antara kepala dibawah dan sungsang, jadi ada 50% kemungkinan untuk aku melahirkan secara SC. Dan alasan tambahan karena dapat beberapa “gimmick” fasilitas tambahan seperti kalau melahirkan normal kita bisa melahirkan dengan dokter kandungan kita yang biasanya ( Disini kalau lahiran spontan ditangani oleh dokter jaga), free senam hamil, kelas laktasi, baby spa, dan voucher foto studio. Ini bukan promosi loh ya! hihi ::)

  • Yoga Class persipaan persalinan bersama pasangan.

Ini penting banget!! Apalagi bagi kalian yang hamil pertama kali dan berencana melahirkan normal. Aku kebetulan Yoga dengan Bunda Nita di Klinik Dharma Sidhi Denpasar, dan ini seriusan bukan promosi. Aku baru dua kali ikut kelasnya, dan kelas yang terakhir aku ikut adalah kelas memang untuk persiapan melahirkan dan kebetulan Wahyu boleh ikut. Kenapa penting? karena selama Yoga aku nggak cuma latihan untuk melenturkan organ – organ tubuh untuk mempersiapkan kelahiran dengan lancar, tapi juga dapet banyak ilmu, bukan cuma buat aku tapi buat Wahyu juga. Aku belajar banyak mengenai tehnik ribozo unutk memaksimalkan posisi bayi, kemudian cara merangsang keluarnya hormon-hormon yang berguna untuk  mempercepat persalinan seperti endoksin, oksitosin, sama apa yah satu lagi lupa, bagaimana mengatasi rasa sakit kontraksi, teknik pernapasan, pengalaman – pengalaman seputar melahirkan,  banyak deh! Aku rekomendasi banget untuk teman-teman di Denpasar ambil kelas Yoga disini paling nggak sekali or dua kali lah , banyak banget manfaatnya.

Kalau senam hamil, aku baru coba di dua tempat, di Kliniknya Dokter Haryasa yaitu  Klinik Kasih Medika, dan satu lagi memanfaatkan fasilitas free senam hamil yang aku dapat karena booking kamar di RSIA Puri Bunda. Aku suka yang di Kasih Medika, tapi sorry to say sangat nggak merekomendasikan yang di RSIA Puri Bunda, sekali lagi , sorry.

 

Well aku rasa secara garis besar itu aja yang aku rasain dan kegiatan – kegiatan aku di TM3 ini. Sebenernya kalau lebih detail ada buanyak banget, tapi aku rasa yang diatas udah mewakili sebagian besar pengalamanku selama memasuki trimester akhir.

Aku yakin setiap orang punya pengalaman yang berbeda satu sama lain. Bahkan orang yang sama pun punya pengalaman kehamilan yang bisa jauh berbeda antara kehamilan satu dengan kehamilan berikutnya. Oh iya satu lagi aku percaya banget bahwa tiap anak punya rejekinya masing – masing. Astungkara selama aku hamil ini ada aja rejeki yang datang dari segala penjuru. Dan apa yang orang selalu bilang bahwa ibu hamil nggak boleh stresss, itu bener banget! Syukurnya selama hamil Tuhan banyak kasi aku suasana yang buat happy dan selalu dikelilingi keluarga dan teman-teman yang luar biasa baiknya, dijauhi dari orang orang yang banyak memberikan sengsara sebelumnya dan keadaan yang nggak faedah sama sekali untuk kehidupan hahahha. I’m so blessed. Dan aku menyadari semakin aku bersyukur, semakin banyak yang aku dapatkan.

Nah bumil jangan henti – hentinya bersyukur atas anugrah yang dititipkan Tuhan ini ya. Kalau ada yang buat sebel dan bete, inget aja debaynya, pasti jadi happy lagi.

 

Sekian dari saya. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

 

XOXO

Septy Diantari

Pengalaman Hamil Anak Pertama (Trimester 1 – Week 37) PART 1

Hi everyone!

So happy to write about this topic. Dulunya pengen tiap trimester di bagi di blog, tapi takut pada bosen bacanya jadi di rapel aja deh yaaaa!

Sebelumnya aku udah pernah berbagi mengenai pengalaman program hamil aku dan aku bersyukur banget programnya berhasil. Bagi yang belum baca silahkan  mampir disini.

Sekarang kehamilanku memasuki usia 37 week dengan berat badan janin 300 gram, alias 3 kg ( yeah agak diatas rata – rata, unbelievable melihat emaknya yang kurus kering begini) . Posisi bayi untuk saat ini masih sungsang, but so far debaynya sehat, Astungkara. Sebelum aku sampai pada usia kehamilan 37 week aku mau share seputar perjalananku mengandung bayiku hingga saat ini dari awal kehamilan.

TRIMESTER 1

  • NGIDAM

Boleh dibilang aneh bin ajaib, tapi di TM 1 ini aku sama sekali nggak ngerti, dan nggak ngerasain (mungkin karena nggak ngerti) apa itu ngidam. Mual? iya dari jam 6 pagi sampe jam 8 tapi berangsur angsur hilang sama sekali dan cuma aku rasain sekitar sebulan di awal. Boro-boro muntah ya, mual aja kagak, hehe. Pengen makanan tertentu sampai ngiler banget? Nggak juga, nggak signifikan banget yang penting ada yang dimakan dan dijadikan cemilan hahaha. Ada juga yang bilang suaminya yang ngidam biasanya. Tapi Wahyu juga normal – normal aja, dia emang dasarnya pemakan segala sih ya jadi nggak pernah minta makan yang aneh – aneh, semua di lahap. Kata orang justru kalau mual dan muntah artinya bayinya sehat. Lah kalo nggak kayak aku? astungkara sehat juga kok 🙂 yang penting selalu jaga kesehatan dan makanan ya 🙂

  • Sering BAK dan susah BAB

Sering BAK iya, obvious banget. Kentara banget kalau buang air kecilnya “dosisnya”jadi lebih sering dalam sehari. Jadi buat bumil harus banyak minum air putih untuk menggantikan cairan yang hilang. Kalau susah BAB di TM 1 nggak susah sebenernya, cuma memang nggak mules setiap hari. Jadi aku BAB nggak bisa tiap hari, BAB nya 3 hari sekali. Jorok sih. Tapi ya nggak bisa dipaksa juga. Tapi nggak sampai sembelit. Tiga hari itu normal – normal aja BAB nya , mules and ngeden biasa, hehehe.

  • Lemas, lemah, letih, lesu

Nggak. Aku beraktifitas normal, sama sekali nggak banyak perubahan dari segi ketahanan fisik (syukurlah) . Cuma memang sedikit membatasi gerak karena usia kandungan yang masih rentan sekali. Aku masih naik motor sendiri kemanapun aku pergi (jangan ditiru, ini kebandelanku semata), masih ngurus event kantor walaupun mengurangi tugas keluar, dan masih aktif housewifing setiap minggu.

  • Sensitif dan Stress

Yup! yang paling terasa adalah aku jadi cepet tersinggung, cepet marah, lebay, gampang nangis. Ditambah lagi entah karena sensitif atau memang cobaan di saat hamil, di TM1 ini banyak banget cobaan yang datang terutama dari tempat kerja yang lama.Mulai awal kehamilan things were completely changed

Tekanan di tempat kerja itu stressful banget. Banyak yang nggak tau, tapi aku buka bukaan aja disini. Dari awal kehamilan banyak sekali peruahan yang terjadi di kantor lama. Intimidasi, perubahan alur kerja, kurangnya pengertian dari atasan dan lingkungan kerja kalau aku lagi hamil muda. Well nggak maksud seek for attention, tapi setidaknya hargailah wanita yang sedang hamil sedikit saja. Aku nggak mau bicara terlalu detail mengenai apa yang terjadi di kantor lama dan tekanan apa yang aku rasakan saat itu disini. Yang jelas setelah menghabiskan hampir tiap malam untuk menangis saking kesalnya, curhat dengan keluarga dan teman-teman, dan berfikir how to be happy and release your stress aku memutuskan (dengan tekad bulat penuh) untuk resign di akhir trimester 1.  Aku ikutin insting aku, aku berdoa, aku ijin ke suami dan ibuku, akhirnya aku berani untuk mengambil langkah itu, tanpa tau setelah resign aku mau kemana, bagaimana aku bisa membantu suamiku untuk membiayai keluarga kecil kami setelah ini.

Yang bikin tambah galau waktu itu adalah aku belum tau akan kemana setelah resign, apalagi sadar dengan kenyataan bahwa perusahaan mana yang rela hire ibu – ibu yang lagi hamil 3-4 bulan. Tapi ternyata Tuhan menunjukkan kuasaNya. Sekitar seminggu setelah aku mengajukan surat resign, aku diterima bekerja di kantorku yang sekarang. Bahkan mereka sangat menghargai posisiku yang sedang hamil, dan bersedia menggaji aku hampir setara dengan gajiku di kantor lama. Aku ga tau lagi harus bagaimana mengungkapkan rasa syukurku pada Tuhan, dan rasa terima kasihku pada perusahaan tempat aku bekerja sekarang. Akhirnya, begituhari terakhir di kantor lama, hari berikutnya aku sudah mulai bekerja di kantor baruku, tanpa jeda.

Sejak saat itu aku sadar bahwa, stress will be there anytime. But keep on believing that God is also there to hug you 🙂

Akhirnya memasuki TM2 aku sudah kerja ditempat baru dan semuanya berangsur – angsur membaik, bahkan jauh jauh jauh lebih baik 🙂

TRIMESTER 2

  • Your power is back.

Berhubung aku nggak loose power terlalu banyak di TM1 jadi rasanya juga perubahan di TM2 nggak terlalu berasa. Tapi memang, badan ini rasanya sangat bersahabat dengan kehamilan. Selama TM 2 aku masih kuat untuk traveling ke Bangkok dan ke Tulungagung di usia kandungan 4-5 bulan. Selama di Bangkok bahkan nggak merasa seberapa berat saat harus turun naik BTS, jalan kaki ksana ksini, hangout sampai malam. Capek sih, tapi capek dalam batas normal. Cuma memang aku nggak kuat kalau disuruh bawa barang bawaan yang agak berat atau banyak. Jadi selama traveling  barang bawaan aku di urus Wahyu, aku mah tinggal jalan ha.. ha.. ha… Waktu ke tulungagung selain harus naik pesawat aku juga harus menempuh perjalanan darat, lamanya sekitar 6 jam yah kalau nggak salah dan itu termasuk short trip karena kita disana cuma dua hari semalem. Hari kedua harus balik ke Bali lewat Surabaya. But so far selama perjalanan itu aku fit banget , 100% nggak ada keluhan (syukurlaaahhhh).

Dan ketika TM2 aku mulai bekerja di perusahaan baru. Syukurnya kehamilanku sama sekali nggak mengganggu, dan jadwal kerja serta suasana kerja disini mendukung banget. Aku nggak pernah yang namanya lembur atau stress karena kerjaan , pokoknya bersyukur banget sama Tuhan karena setelah disini aku jadi punya banyak waktu untuk lebih concern ke kehamilanku dan kesehatanku.

  • Eat like a monster

Fiuh di awal TM2 (terutama saat di Bangkok) napsu makan aku meningkat drastis. Saking drastisnya dalam sebulan aku sempet naik hingga 4 KG dan langsung dapet warning dari dokter. Aku memang sengaja nggak membatasi makananku selama di TM2 ini. Kecuali makanan mentah, setengah matang , sate dan seafood, aku nggak membatasi makanan – makananku. Aku masi makan fastfood, masih makan makanan yang ber MSG, masih makan gorengan, mie insant, tapiiiiiiiiiiiii dibatasi tentunya. Seabiknyajangan ditiru sih ya hahhha, tapi menurut aku selama jumlahnya nggak berlebih tubuh kita masih bisa mentolerir semua makanan – makanan itu. Kenapa aku big no sama makanan mentah, setengah matang, seafood, dan sate? Karena makanan – makanan itu paling cepat menyebarkan virus dan bakteri ke debay. So, nggak deh makasih!

  • Tahu jenis kelamin si debay

Ini yang paling exciting. Saat usia 4 bulan, dokter kandungan udah confirm jenis kelamin bayi aku. Pas kontrol lagi di bulan ke 5 dokter mengulangi lagi dan mengkonformasi 200% tentang jenis kelaminnya . So, yes, di TM2 kamu sudah bisa tahu apa jenis kelamin bayi yang kamu kandung.

  • Nesting insting

Karena lagi on fire banget dan kondisi fisik lagi oke serasa nggak hamil, aku jadi suka banget ngedekor kamar tidurku dan nyiapin plan buat kamar debay. Urusan geser menggeser sih tetep Wahyu hahha, tapi kalau atur-atur and beberes dikit bisalah aku. Selain itu aku jadi suka belanja seprai dan sarung bantal buat kamar debay nanti, padahal udah tau nanti pasti bakal tidurnya bareng dulu satu kamar nggak terpisah  hehe.

  • Membacakan dongeng, mendengarkan musik, menyanyi untuk debay.

Ini rutin aku lakuin pas bonding time di malam hari. Awalnya sih rajin 3 hal itu tiap malem. Tapi lama – lama capek akhirnya satu persatu menurun intensitasnya hahaha. Mendongeng yang paling jarang aku lakuin. Sisanya, dengerin lagu dan menyanyi masih aku lakuin bahkan sampai hari ini. Musiknya kata orang sih musik klasik, tapi aku variatif aja, kadang klasik, kadang agak ngebeat, kadang India hahah, bercanda! But yes, aku sangat variatif kalau soal lagu, so nggak cuma satu genre tertentu.

  • First Kick

YES! di TM2 ini pertama kalinya aku ngerasain Butterfly Effect di dalem perut aku.Yup, gerakan debay mulai terasa 😀 Awanyarasanya emang kaya anginan gitu Sampai suatu hari lagi ngobrol santai sama ibu aku tanya,, kenapa yah perut aku kaya anginan gitu tapi nggak (maaf) kentut juga. Ibu bilang itu mah bukan angin tapi memang janinnya yang gerak. Aku nggak tau deh entah dia lagi nendang, cegukan, nungging, garuk-garuk, atau apapun itu, yang jelas gerakannya terasa banget walaupun sayup – sayup di awal TM2. Semakin lama gerakannya semakin terasa dan di akhir TM 2 aku udah bisa liat perut aku ikut gerak ketika si debay bergerak.

  • Senam Hamil

Aku mulai senam hamil pertama kalo nggak salah usia 26 week dan berasa kayaknya terlalu dini hehe. Tapi banyak juga bumil yang sudah rutin olah raga dari usia-usia segini  dan memang bagus untuk menjaga kebugaran selama hamil. Tapi bagi aku pribadi rasanya TM3 adalah waktu yang paling pas untuk mulai senam hamil. Selain senam aku juga nyoba Yoga, dan bener – bener ngerasain manfaatnya. Jadi kalau bisa jangan sepelekan senam hamil ya buat bumil bumil semuanya 🙂

  •  Posisi debay sungsang  dan terlilit tali pusar 2 lilitan.

Ini terdeteksi kalau tidak salah di usia 22-24 week, aku lupa – lupa inget, tapi seingetku memang sebelum aku mulai senam hamil, dan berlangsung sampai usia 32 week. Awal dokter bilang seperti itu jujur agak takut dan parno, tapi setelah googling dan tanya sana sini ternyata memang usia sebelum 37 week debay masih muter muter bebas di dalam perut, so nothing to worry about. Jadi aku santaiiiiii kaya di pantaaiiii,, yang penting rutin check up ke dokter kandungan dan pastikan debaynya sehat. Tapi walaupun bisa dibilang santai menanggapi posisi sungsang, aku udah mulai nyiapin rencana dan mental untuk proses persalinan SC,, karena kalau sampai akhir TM3 posisi debay masih kaya gitu dokter menyarankan untuk SC. Untuk bumil yng debaynya masih sungsang sampai diusia – usia segini, jangan khawatir ya, masih aman kok, debaynya masih bisa muter – muter untuk cari jalan lahirnya 🙂

Nah untuk Trimester 3 akan aku share di posingan berikutnya yah . BRB :))

 

XOXO

 

Septy Diantari

 

 

 

 

Mantan yang Nggak Bisa Move On

No offense. Dan Jangan berburuk sangka dulu terutama bagi  kalian mantan – mantan saya hehehe. Ini bukan spesifik tentang mantan saya kok. Tapi saya sering dengar cerita lucu tentang banyak mantan diluar sana. Dan, mantan , dalam konteks ini bukan hanya mantan pacar loh ya. Bisa mantan apa saja. Mantan majikan, mantan asisten rumah tangga, mantan gebetan,  mantan musuh, eh nggak ada ya mantan musuh hihi..

Miris ya, banyak banget diluar sana (mungkin kamu) yang masih menunjukan tanda – tanda seseorang yang belum bisa bangkit dari masa lalu. Saya pun pernah jadi tipikal orang seperti ini dan saya meeenyeeesaaaallll.

Banyak banget mantan yang masih suka ngurusin kehidupan mantannya. Masih suka kepo, masih suka nyinyir. Klau nyinyirnya dalam hati mah terserah elu yah. Tapi nggak sedikit yang nyinyirnya terpampang nyata , diumbar – umbar, dan bahkan dengan sengaja menimbulkan ketidak nyamanan untuk mantan – mantannya tersebut.

Kalau kalian tergolong mantan yang seperti ini, please, dengerin kata Jedunn “Stop Doing That” . First of all, mengingat status kamu yang sudah jadi mantan, semua, tanpa terkecuali, hal yang berkaitan dengan mantanmu itu BUKAN urusan kamu. Dia mau bahagia, sedih, sukses, gagal, itu nggak berpengaruh sama sekali untuk hidup kamu. Sekalipun dia melakukan hal – hal yang tidak kamu sukai , kamu tidak memiliki hak untuk protes, menyalahkan dia, apalagi mencari-cari alasan bahwa dia salah dan kamu benar. Dia mau temenan sama musuhmu kek, mantanmu kek, mantannya kek, itu pilihan dia, hak dia, BUKAN MASALAHMU. Apapun keputusannya dia dalam hidupnya, apapun tindakan yang dia ambil , bukan kewajibannya lagi untuk memberitahu kamu, bahkan kamu tidak berhak untuk tersinggung ketika kamu tidak tahu lagi apa saja kegiatan yang dia lakukan. Kalau di sudah punya pengganti kamu, bukan hakmu lagi untuk tau apa yang mereka lakukan, apa yang mereka perbincangkan, dan jangan Ge-eR, karena trust me, mereka nggak akan menyebut namamu di kehidupan mereka. So, jangan baper, jangan berburuk sangka kalau mereka bersekongkol ngejelekin kamu, apalagi berfikir bahwa penggantimu akan berusaha sekuat tenaga untuk menyaingi kamu. Karena, hei , dengan dia berada di sisi mantanmu, itu berarti kamu sudah kalah saing, so face it!Sekali lagi aku bilang, Jangan Ge-eR, mereka sama sekali nggak memikirkan kamu. So stop thinking that you are still in their circle.

Berikutnya, jangan sekali – sekali berfikir bahwa dengan memperlihatkan kedekatanmu dengan orang lain dengan sengaja di hadapan mantanmu, dan memperlihatkan rasa acuh tak acuh kepadamu di depan orang lain akan membuat kamu terlihat lebih ‘cool’ dari yang lain. It makes you look stupid. Literally. It  will show your jealousy obviously. Cool means cool. Nggak lebay, apalagi carmuk. So again Jedunn is right, “Stop doing that”

Dan , ini yang terpenting. Mungkin nggak banyak yang melakukan ini, tapi saya yakin ada. Tolong, bila ada, berhentilah ‘meneror’ mantanmu dengan komentar – komentarmu tentang kehidupan dia , yang sudah sangat jelas sekali bukan urusanmu. Kalau kamu merasa kehidupannya dia bersamamu dengan dia adalah lebih bahagia daripada kehidupan dia sekarang, yaudahhhh, itu resikonya dia, hidupnya dia, bukan hidupmu. Jangan lagi mengoreksi dia, seharusnya begini begitu, jamaan kita dulu aku kan sering melakukan ini itu, yaudahlahhhh bumi aja berputar,masa hidup lo gitu – gitu aja.

Anyway , sekali lagi mohon maaf tulisan ini bukan untuk memojokan siapapun. Ini hanya komentar saya dari beberapa kasus dan kejadian yang sering saya dengar di sekitar saya. Ini juga berdasarakan pengalaman pribadi , dimana saya juga pernah menjadi orang yang menyebalkan seperti contoh di atas, dan sekali lagi saya ulangi, Saya menyesal, sangat menyesal.

Anda bagi kamu, mantan yang punya mantan seperti diatas. Jangan Ge-eR juga. Jangan lantas berfikir bahwa sesseorang masih memikirkan kamu bararti dia masih ada rasa sama kamu . No. Mereka melakukan itu bukan karena pure masih ada rasa sama kamu. Tapi mereka punya sifat manusia yang dinamakan ego dan iri hati. Ego dimana ia tidak ingin dikalahkan orang lain , iri hati yang muncul karena sebenarnya ia merasa belum bisa menjadi yang terbaik untuk kamu, sehingga takut orang lain akan menyenangkanmu dan membimbingmu lebih baik dari dia.

Mantan yang baik, sebaiknya bisa menyalurkan ketidakmoveonannya kedalam perilaku yang justru mendukungmu. Bersahabat denganmu, membuatmu tidak bisa lupa dengan semua kebaikannya. Bukan malah menjadi pengganggu yang membuatmu semakin hilang perasaan.

Sekian curhatan saya malam ini. Terima Kasih yang sudah menyempatkan diri untuk membaca. Sekali lagi tulisan ini bukan spesifik untuk satu atau dua orang yang saya kenal, tidak sama sekali. Saya mencintai teman – teman saya. Saya menghargai orang – orang yang pernah hadir dalam hidup saya. Karena tanpa mereka saya nggak bisa menjadi orang sekuat saya sekarang. Dan saya bersyukur , sungguh saya bersyukur, atas segala pertemanan yang saya punya ssekarang, dan atas semua pertemuan yang pernah saya alami. I love you , guys. From the bottom of my heart.

 

XOXO

Septy Diantari

My 14 week of pregnancy bersama Jus 3 Diva; Tomat, Wortel, Apel Malang

Dear all,

I am so blessed with this gift. Nothing can break my happiness, eventho sometimes somebody do bad things to me, I’m not hurt. Because i have something bigger than everything to be grateful for.

Disini saya ingin berbagi pengalaman tentang judul diatas. Saya harap pengalaman saya bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Saya menikah di bulan Agustus 2017 lalu, dan mengandung bayi saya dua bulan kemudian. Banyak yang bilang bahwa saya beruntung karena tidak harus menunggu lama setelah menikah. Ya, mereka benar, saya memang beruntung. Tapi, bukan berarti saya tidak berusaha. Banyak cara yang saya ambil untuk mempersiapkan kehamilan saya. Saya mulai dari sini , ya ..

Saya mulai dari sebulan sebelum menikah, saya mulai rajin minum susu “Prenagen Essensis” untuk persiapan kehamilan. Saya rutin minum dua kali sekali . Ada juga yang menyarankan saya rajin minum vitamin E, seperti Nature E, atau Ever – E , or apalah sejenisnya. Tapi nggak saya ikutin karena nggak disiplin, hehe. Selain itu saya mulai menandai masa subur saya. Selama ini siklus haid saya adalah siklus 25 hari. Jadi saya menyesuaikan masa  subur dengan siklus 25 hari. You know what, penentuan masa subur itu sangat penting loh untuk program kehamilan. Bagi kalian yang sulit menentukan masa subur karena siklus haid yang tidak teratur mulai sekarang saya sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, supaya dokter bisa membantu menstabilkan hormon untuk kemudian menentukan masa subur kalian dengan tepat.

Setelah menikah, saya masih minum prenagen essensis dan melakukan hubungan suami istri sesuai jadwal masa subur saya. Percobaan saya yang pertama gagal. Saya dan Wahyu penasaraan , karena bagi kami perencanaan kehamilan sama seperti meracik bahan kimia, apabila tidak berhasil berarti ada sesuatu yang kurang dari takaran yang semestinya . Kami menyadari, usaha kami kurang keras. Keyakinan saya akan kurangnya asupan nutrisi saya selama ini juga sangat kuat. maklum, saya termasuk generasi micin yang jarang makan sayur , hehe. Saya dan Wahyu rajin tanya  teman – teman kami yang berhasil. Saya mendapatlan beberapa fakta dan kesalahan dari cara kami selama ini :

  1. Prenagen Essensis selama ini saya seduh dengan air mendidih, padahal seharusnya diseduh dengan air bersuhu 40 derajat Celcius
  2. Proses pembuatan ngebut, alias setiap hari. Ternyata, kualitas sperma bisa menurun apabila dilakukan terlalu sering , apalagi setiap hari. Cukup 3 hari sekali atau maksimal 2 hari sekali
  3. Perhitungan masa subur yang  tidak akurat.

Karena tergolong pengantin baru kami belum terlalu mendalami berbagai cara untuk mendapatkan anak. Kami hanya memperbaiki kesalahan kami tersebut. Bagi saya, Prenagen memang tidak bisa menaikkan kesempatan kamu untuk hamil secara drastis, tapi pengalaman saya, setelah saya memperbaiki cara saya minum Prenagen, siklus haid saya menjadi tepat waktu – 30 hari, dan itu sangat membantu saya untuk menentukan masa subur.

Singkat cerita di bulan berikutnya, 3 Oktober, saya yang awalnya berpikir siklus haid saya akan maju 5 hari, sempat terbuai karena haid saya terlambat. Nyatanya , haid saya tidak terlambat, melainkan justru normal dan sama persis seperti tanggal haid saya bulan sebelumnya. Ini pertama kali bagi saya terjadi. Selama ini , selama saya haid, siklus saya selalu maju 5 hari. Inilah sebabnya saya cukup yakin Prenagen Essensis membantu saya dalam hal ini. Bukan promosi loh ya! hehehe. Kegagalan kedua membuat saya dan Wahyu “Melek”. Oke this is enough. We will take it seriously. Saya mulai rajin browsing, cari info tentang kehamilan, baca – baca blog kehamilan, merubah pola makan, dan tentunya tetap ikhlas dalam doa. Akhirnya kami rajin melakukan upaya berikut ;

  1. Lanjut minum Prenagen, dengan suhu 40 derajat celcius tentunya
  2. Merubah cara menghitung masa subur yang sebelumnya menggunakan siklus haid 25 menjadi siklus haid 30
  3. STOP MEROKOK. Wahyu dan saya memang tidak merokok, tapi akhir – akhir ini karena pekerjaan Wahyu mulai merokok sebatang dua batang sambil kerja. Akhirnya dia totally berhenti
  4. Hubungan suami istri kami lakukan di pagi hari, subuh lebih tepatnya. Saya tidak tau apa ada pengaruhnya apa tidak, but yes we did it and it works!
  5. Rajin minum Heavenly Blush rasa bluberry dan raspberry-brokoli, hampir setiap hari. Bukan apa – apa sebenarnya ini sebagai pengganti sayuran karena saya bener – bener tidak bisa makan sayur! Karena rasanya yang enak dan mengenyangkan, saya mulai meminumnya setiap hari. Tanpa absen.
  6. Makan ubi ungu, bisa 2 sampai 3 hari sekali. Porsinya nggak banyak, tapi paling nggak aku usahakan makan
  7. Ngemil bubur kacang ijo. Tapi jangan tiap hari karena gulanya justru  nggak bagus buat kesehatan.
  8. Dan yang menurut aku paling mujarab , karena terbukti berhasil di ibu – ibu lainnya, adalah minum Jus Tomat, campur Wortel campur Apel Malang, yang biasa disebut orang Jus 3 Diva

Dari sekian banyak makanan yang saya makan untuk mendukung program kehamilan, Jus 3 diva adalah tantangan terbesar. Selain buatnya perlu kesabaran, rasanya pun saya nggak suka. Bukan nggak enak, tapi ya saya nggak suka aja. Tapiiii demiiii usahaaaaaaa….. saya harus bisa! Jus itupun saya lahap setiap hari. Bukan hanya saya, tapi Wahyu juga minum. Untuk resep nya bisa di search di internet ya, ada buanyaakk.

Akhirnya, satu minggu sebelum tanggal haid saya, 1 November 2017, perut saya nyeri, seperti nyeri haid kebanyakan. Saya mulai pasrah, okay I think I will get my period again this month. Tanggal 3 November , 5 hari sebelum tanggal haid saya, saya mulai merasa “beser” alias bolak balik pengen ke belakang. Saya pikir kurang minum, saya perbanyak minum, besernya tambah parah. 8 November, hari haid saya seharusnya datang, ia tak kunjung datang. Saya udah seneng bangettttttt, pengen buru – buru beli testpack. Tapi Wahyu, yang rupanya masih trauma akan kegagalan meminta saya untuk bersabar hingga seminggu. 10 November, saya belum juga haid, tapi tidak satupun tanda – tanda kehamilan saya rasakan. Orang bilang seorang akan merasakan banyak tanda kehamilan bahkan sebelum terlambat haid. Tapi tidak bagi saya. Semua terasa normal. Hanya saja besernya masih terjadi. 14 November, belum juga haaid. Saya baru menunggu 6 hari tapi rasanya sudah menunggu sebulan. Penasaran sekaligus takut, karena bahkan hingga 6 hari terlambat saya belum juga merasakan tanda – tanda kehamilan. Entah mual, pusing, atau apapun yang umumnya dirasakan seseorang yang tengah hamil muda. 15 November, genap 7 hari terlambat datang bulan. Saya minta ijin Wahyu untuk melakukan tes melalui testpack. Wahyu masih ragu, ia menyuruh saya menunggu seminggu lagi. Whattttt…. seminggu menunggu bagaikan setahun menunggu. Saya kekeh tes hari itu juga. Tapi karena sudah siang, saya memutuskan untuk melakukan tes keesokan harinya.

16 November dini hari. Saya terjaga. Perut saya luar biasa mual. Rasa ingin buang air kecil juga sangat kuat. Tapi saya tak berani beranjak ke kamar mandi. Saya pikir mual itu mungkin saja karena nerveous. Karena rasa takut saya untuk melihat hasil test kehamilan saya. Saya tak bergeming dari tempat tidur. Rasa buang air kecil saya tahan sebisanya. Saya toleh Wahyu, ia masih nyenyak dalam tidurnya. Bagaimana kalau hasilnya negatif? Apa saya akan punya gairah untuk bekerja hari ini? Apa Wahyu masih punya semangat untuk berusaha lagi dan lagi? Apakah kami harus menjadwalkan konsultasi dengan dokter kandungan? Saya terjaga, berfikir, berandai – andai,  hingga matahari terbit, dan akhirnya tak tahan lagi untuk buang air kecil.

Saya lakukan tespack. Garisnya ada dua.

Saya tes untuk yang kedua kalinya langsung saat itu juga. Garisnya juga dua.

Saya nggak bisa ungkapkan apa yang saya rasakan saat itu. Saya diam, airmata mengalir, mual dan pusing mulai menyelimuti saya. Saya mulai menenangkan diri, dan akhirnya saya memberitahukan Wahyu. Finally!

 

So, begitulah pengalaman singkat saya, betapa hari itu menjadi hari yang sangat membahagiakan untuk saya dan Wahyu. Semoga pengalaman “usaha” kami ini membantu banyak teman – teman diluar sana . Orang boleh bilang saya dan Wahyu bisa mendapatkannya dengan mudah. Tapi, apa yang kami dapatkan ini juga butuh usaha dan keyakinan, butuh dukungan dan semangat satu sama lain, butuh persiapan.

Saat ini kehamilan saya memasuki minggu ke 14. Sekali lagi, semoga tulisan saya kali ini menginspirasi. Jika ingin bertanya apapun itu seputar  pengalaman saya selama merencanakan kehamilan jangan ragu – ragu untuk bertanya di kolom komentar atau email saya pribadi di septydiantari@gmail.com. Good luck!

 

XOXO

Septy Diantari

Melepaskan diri dari kepalsuan

Hari ini saya memutuskan untuk menjaga jarak dengan hampir semua kontak di hp saya , di sosial media saya, dengan hampir semua orang .  saya tidak menghilang , hanya membatasi. Saya sedang menenggelamkan diri pada diri saya sendiri. Mengunci diri saya dari bicara yang tidak perlu. mengurangi kepalsuan yang ada dalam diri saya. saya tidak ingin menjadi teman yang palsu bagi teman – teman saya. saya tidak ingin menjadi pengaruh negatif bagi lingkungan saya. saya ingin bercermin sebelum saya menuduhkan kecurigaan saya pada orang lain, apakah saya adalah teman yang palsu?

saya tiba – tiba sadar. bahwa selama ini saya terlalu banyak bicara. saya senang , saya pikir itu akan banyak menghibur, meramaikan suasana. tapi kemudian saya berfikir. apa saya terlalu banyak bicara? apa saya adalah teman yang menyenangkan? ah sebaiknya saya rehat sekejap, memberi ruang untuk mereka tanpa kehadiran saya.

saya bukan pribadi yang pendiam. saya hampir tidak bisa diam . tapi kali ini . saya sulit percaya.

saya tidak bisa bicara , kepada sesuatu yang tidak saya percaya.

bagaimana bisa percaya? kalau dunia ini menawarkan kepalsuan?

bahkan diri saya sendiri pun kotor.

saya tidak ingin bicara lagi. paling tidak untuk saat ini. menulis jauh lebih baik.

hari ini, saya bangga untuk tidak jadi pengecut.  sungguh. saya lega karena tidak harus berpura – pura baik. paling tidak, saya tidak menginjak- injak diri saya sendiri. saya berdiri untuk kebenaran.

(smoga kamu tumbuh bukan jadi anak yang pengecut ya , nak)

so i think i will evaluate my life in general. saya mundur dari hiruk pikuk drama , mundur dari kecerewetan saya, semoga berpengaruh baik bagi lingkungan , tanpa ada saya. hanya yang setia yang akan bertahan , and i really appreciate that.

semoga sakit saya bisa sembuh dalam 2-3 hari. i give limit to my mind to calm down. not more than 3 days 🙂